Tuesday, January 14, 2020

happiness 101

to be the happiest version of yourself is simple
you don’t have to be anyone, or anything
the only thing you have to be is grateful

Something Indonesians Should Stop Doing: Glorifying White People!

Hello, this is Ainna speaking.

After months of stressing myself, another entry is here to be presented, yay! I actually really wanted to write about this for a long time but I just got the motivation to do it after watching a video (I don't know the title but I'll link it here if I find it.)

Also, I've tried to talk to my closest relatives about this, but it seems like they don't get it. It's such a shame, because I think we need to change this mentality that has been normalized in my society, especially as an Asian, growing up in an Asian neighborhood.

So, before I start this, please hold your beer, because I'm not anti-white. Also, please excuse the rude words that I may use here because I'm on fire, hehe. Are we good to go now? Okay, off we go.

1. English is a must?

In Indonesia, it's no surprise that we are being taught English in our schools. From 1st to 12th grade, we continue to learn lots of tenses with confusing uses. It's not a bad thing though, not at all, because if it is then I won't be here raising up my voice in English like this, right?

12 years of being taught English does not mean that it's 12 years of speaking, writing, thinking like a native speaker. Most of us only learn it for around 1-3 hours a week at school, so why is it a bad thing that we are not fluent in a language that we don't even speak all the time?

Then why are those people on the internet or in real life calling you out for mixing up "do" and "does"? Why are they whining when you misspell "definitely"? Why do they itch when you pronounce "1925" as "One thousand nine hundred twenty five"? And the way they say it is not even a criticism, it's a straight-up hate.

I know we all hate grammar nazis. I know we all do. Especially when they're Indonesians and they think they're better than anyone else! Or when they're white with superiority complex and those white priviledge. Familiar, isn't it?


While this is something that shouldn't be a problem in the first place, the same people tend to praise foreigners who come to Indonesia and speak the most basic and common phrases, such as "Terima kasih" and "Saya cinta kalian". There could be someone famous like Justin Bieber or Shawn Mendes, promoting their music to their audience in Indonesia while using these phrases, they get praises for that! Well, it's not like they're fluent, right? Even their accents could be something that we make fun of, just like how they make fun of ours when we're speaking English. Funny enough?

This is also an indirect result of many decades of imperialism and colonialism of the Europeans, alongside with the other mindsets that benefit white people. This doesn't only happen in Indonesia, but almost every country in Asia. So, I'm about to spill another tea about these mindsets generalizations, are you ready?

2. The lighter the skin the better

Now we're here. This is a mindset that is very common in Asian countries. People outside Asia have started to talk about this, when will we start?

We still have only fair-skinned models potrayed on tv. We still have whitening products that may even cause harm to us being sold everywhere. This is because we have seen white people as the standard of beauty for generations. And it's somehow funny since they go to tropical countries like Indonesia to get tan.

Then what about darker skinned Asians? Will we ever stop the discrimination towards them? Especially when there are Asians that don't even think twice and just call them n-word? Come on, that is offensive to Black people! Do you ever learn about it or do you want to continue being an ignorant dumbass for the rest of your life?

All I have to say is, whatever your skin color is, be nice to people. Then that's how people would know that you're beautiful.



Monday, April 8, 2019

Harapan

Saat ini ibu pertiwi menangis
melihat banyak elit politik
mereka kini tak bersuara hingga habis
tetapi saling menjatuhkan secara licik

Ibu pertiwi merintih
mendengar kabar para bupati
yang ia percayai sepenuh hati
masuk sel karena korupsi

Ibu pertiwi rapuh
melihat rakyatnya merusuh
yang dulunya semurni susu
kini tercemar, saling menuduh

Ibu pertiwi bertanya - tanya
melihat kaum yang saling mengkafirkan,
bagaimana kita hidup dengan keberagaman
jika kita tidak toleran?

Ibu pertiwi hanya punya satu harapan
untuk rakyat Indonesia tercinta,
pujalah persatuan
agar kita hidup damai bersama.

Sunday, August 19, 2018

a way to better life (original poem)

i believe in iridescence
the bittersweet taste of adolescence
like the color of butterfly sights
you’ll find me under the sunshine and the blinding lights

i used to trust sentences
and i’ve been living thousands of repentances
but here comes the crystal clear sincerity
the most beautiful serendipity

i get dizzy by the thoughts of the past
when i thought the pleasure won’t last
it came to the point where i couldn’t live
it’s a picture i wish i couldn’t relive

i really thought i had lost my mind
but i found myself when i finally understood the pattern
i have let go of the intertwined
today and tomorrow, that’s all that matters.

i finally love me. ❤️ 

Saturday, August 11, 2018

blasphemy (an original unfinished song)

just one breath and I’m all yours

hear the so-called angels knocking at my door


imprisoned, locked up, restrained


is it possible for me to know better than the saints?


hear the people laughing underneath


how they love to see us sinners gritting our teeth


the world is breaking, the hearts are shattering


and we are falling, for what we think is changing



turn off the tv, I don’t wanna see

take all the mirrors down and break it all


i want them all to call out their God’s name


i want to hear them say it, say it in vain


it’s blasphemy


VOC

Kali ini saya membuat mind map yang dapat membantu pembelajaran tentang VOC agar lebih gampang untung diingat. Dibawah ini, saya akan menjelaskan lebih detail tentang mind map yang saya buat.

A. PENGERTIAN

VOC atau Vereenigde Oostindische Compagnie adalah suatu kongsi dagang milik Belanda yang sempat menguasai Indonesia di masa kolonialisme.

B. ALASAN DIBENTUK

Alasan dibentuknya VOC awalnya adalah untuk menghindari persaingan dagang tidak sehat dengan sesama pedagang dari Belanda, maka dibuatlah suatu kongsi dagang untuk para pedagang tersebut, yaitu VOC. VOC juga dibentuk untuk memperkuat status pedagang Belanda dibandingkan dengan pedagang - pedagang dari daerah lain seperti Inggris dan Portugis. Selain itu, VOC dibentuk untuk menguasai perdagangan di Nusantara dan sebagai kekuatan revolusi bagi Belanda.

C. TANGGAL DAN TEMPAT DIBENTUK

VOC akhirnya didirikan secara resmi di Amsterdam, 20 Maret 1602 setelah hanya menjadi usulan pemerintah dan Parlemen Belanda (Staten Generaal) selama 4 tahun.

D. LATAR BELAKANG

Latar belakang dibentuknya VOC adalah karena adanya persaingan antara pedagang - pedagang Belanda yang membuat pemerintah Belanda rugi besar. Dibuatlah sebuah perusahaan untuk para pedagang tersebut agar dapat bersaing dengan sehat, yaitu VOC.

E. GUBERNUR JENDERAL DARI VOC

Gubernur jenderal Hindia-Belanda yang berasal dari VOC totalnya ada 32 orang. Tetapi, yang bisa disebut sukses dalam memerintah ada 5, yaitu :

  1. Pieter Both
  2. Jan Pieterzoon Coen (J.P. Coen)
  3. Autonio Vandiemen
  4. Joan Maetsycker
  5. Cornelis Speelman

F. PERATURAN PERDAGANGAN MONOPOLI

VOC membuat 5 peraturan untuk melancarkan perdagangan monopoli :

  1. Contingenten, yaitu kewajiban rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi kepada VOC
  2. Verplichte Leverantie, yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditetapkan VOC. Peraturan ini juga menyatakan bahwa rakyat tidak boleh menjual hasil buminya selain kepada VOC.
  3. Peraturan tentang ketentuan area dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam.
  4. Ekstripasi, yaitu bahwa VOC mempunyai hak untuk menebang tanaman rempah - rempah agar tidak terjadi overproduksi yang mengakibatkan harga rempah - rempah menurun.
  5. Pelayaran Hongi, yaitu pelayaran dengan perahu Kora-Kora (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.

G. HAK OCTROOI

VOC mempunyai hak - hak istimewa yang diberikan pemerintah Belanda yang disebut hak octrooi. Hak - hak tersebut meliputi :

  1. Hak mengadakan perjanjian dengan raja - raja setempat.
  2. Hak untuk mencetak dan menyebarkan mata uang sendiri.
  3. Hak untuk membentuk angkatan perang sendiri.
  4. Hak untuk memiliki benteng pertahanan.
  5. Hak untuk mengangkat dan memberhentikan pegawai.
  6. Hak untuk menyatakan perang dan damai.
  7. Hak untuk mengangkat dan memberhentikan penguasa / pejabat setempat.

H. KOMODITAS

Komoditas yang diinginkan oleh VOC sehingga membentuk kebijakan tanam paksa adalah pala dan cengkeh.

I. FAKTOR KEMUNDURAN

Ada banyak faktor kemunduran VOC. Faktor - faktor tersebut meliputi :

  1. Adanya korupsi yang dilakukan oleh pegawai - pegawai VOC
  2. Untuk memperluas daerah kekuasaannya, VOC memerlukan pegawai yang banyak, yang berarti VOC harus menggaji lebih banyak pegawai.
  3. Adanya persaingan antara Belanda dengan Portugis.
  4. VOC dililit hutang yang menumpuk.
  5. Mulai masuknya paham liberalisme yang membuat monopoli perdagangan tidak lagi dapat diteruskan.
  6. Biaya perang yang sangat besar.
  7. Belanda dijajah oleh Perancis pada tahun 1795.



Demikianlah mind map tentang VOC beserta penjelasannya. 

Sunday, July 29, 2018

Hidup Di Masa Penjajahan atau Memperjuangkan Kemerdekaan?


Dari pelajaran sejarah serta buku – buku dan banyak film yang kita amati, kita bisa menyimpulkan bahwa Indonesia pernah mengalami masa kolonialisme dan imperialisme yang sangat berat. Kolonialisme bisa diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh suatu negara atau bangsa dalam rangka menguasai suatu daerah / wilayah untuk mendapatkan sumber daya. Sedangkan imperialisme adalah sistem politik yang bertujuan untuk menguasai negara lain dan memperoleh keuntungan atau kekuasaan dari negara yang dikuasainya.

Jika ditanya, sudah pasti masyarakat Indonesia memilih untuk merdeka dibandingkan hidup di bawah kolonialisme bangsa asing. Tetapi, apa kita tahu sebabnya? Benarkah hidup di masa kolonialisme benar – benar hal terburuk yang pernah dialami Indonesia?

Kali ini, saya akan menjabarkan beberapa penjelasan yang penting diketahui oleh masyarakat Indonesia yang dapat membantu dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Pertama, mari kita lihat dari pola penjajahan bangsa – bangsa yang pernah menguasai Indonesia.

1. Belanda

Belanda menanamkan sistem kerja rodi dan tanam paksa pada rakyat Indonesia, serta adanya politik adu domba atau devide et impera. Namun, keuntungannya untuk Indonesia adalah masyarakat dapat mengetahui cara bercocok tanam yang baik. Selain itu, masyarakat dapat mengetahui lebih banyak tentang tanaman yang sedang laku di pasar internasional.

2. Inggris

Dibandingkan yang lain, bisa dibilang Inggris adalah negara yang paling ‘lembut’ dalam menjajah Indonesia. Pengaruh negatif yang dibawa Inggris saat menguasai Indonesia adalah kesengsaraan rakyat dan pengurasan sumber daya alam seperti rempah – rempah. Walau begitu, dampak positifnya adalah rakyat bisa mempelajari bahasa Inggris dan penerapan sistem perdagangan bebas. Inggris juga menghapus sejumlah kebijakan Belanda yang sangat menyengsarakan rakyat. Selain itu, kebijakan Raffles di bidang hukum mengubah hukum yang berdasarkan warna kulit menjadi hukum yang berdasarkan besar kecilnya kesalahan seseorang, sehingga semua orag dinilai sama di hadapan hukum.

3. Portugis

Bangsa Portugis awalnya datang untuk mencari rempah – rempah. Tetapi, semakin lama, terjadilah monopoli perdagangan rempah – rempah di Indonesia yang disebabkan oleh bangsa Portugis. Di masa kolonialisme Portugis juga banyak terjadi perang karena perlakuan bangsa Portugis kepada rakyat Indonesia yang dapat dibilang sangat tidak adil dan menyengsarakan rakyat. Dampak positifnya adalah berkembangnya agama Katolik di Indonesia serta adanya musik keroncong yang dibawa bangsa Portugis.

4. Jepang

Adanya sistem kerja paksa atau romusha dan eksploitasi sumber daya alam Indonesia adalah salah satu hal tak terlupakan yang terjadi di masa penjajahan Jepang di Indonesia. Tetapi, kita tidak bisa melupakan hal – hal positif yang dibawa Jepang kepada Indonesia, contohnya tingginya harapan rakyat Indonesia untuk merdeka, kebebasan berbicara dengan bahasa Indonesia serta penghapusan sistem yang mendiskriminasi rakyat seperti fasilitas belajar. Selain itu, beberapa organisasi yang dibentuk untuk persiapan kemerdekaan Indonesia juga lebih bebas.

Dengan penjelasan ini, kita dapat tahu bahwa masa penjajahan paling menguntungkan bagi Indonesia adalah masa penjajahan Inggris. Sekarang, kita akan berpikir. Apa yang akan terjadi jika Indonesia masih dalam genggaman Inggris?

Kita pasti sudah tahu tentang negara – negara persemakmuran Inggris. Mulai dari Australia, New Zealand, sampai Brunei Darussalam. Begitulah yang akan terjadi pada Indonesia sekarang jika masih dikuasai oleh Inggris.

Bukankah negara – negara tersebut lebih maju daripada Indonesia? Ya, karena pemerintahan Inggris menguntungkan bagi negara yang dijajahnya. Inggris memajukan dan membangun negara – negara tersebut, tidak seperti Belanda atau Portugis. Inggris juga tidak terlalu mengambil keuntungan dalam waktu singkat, karena selama negara – negara tersebut masih di dalam penguasaan Inggris, berarti Inggris dapat dengan mudah mengambil keuntungan, walaupun sedikit.

Walau begitu, kita harus tetap bersyukur bisa menjadi bangsa merdeka. Perjuangan para pahlawan yang berani bertekad untuk mengusir penjajah dari tanah air harus diacungi jempol. Walaupun Indonesia belum bisa menjadi lebih maju daripada negara – negara persemakmuran Inggris, Indonesia masih dapat mempertahankan kemerdekaan dengan berbekal pengalaman dan pengetahuan tentang masa kolonialisme dan imperialisme bangsa asing. Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang masih berlimpah yang cukup untuk menyejahterakan rakyat.

Kelak, Indonesia dapat menjadi lebih maju dari negara – negara persemakmuran Inggris dengan kemerdekaannya sendiri jika kita terus berusaha untuk mewujudkan kehidupan yang makmur dan stabil bagi tanah air. Dengan semangat yang tertanam di tubuh Indonesia serta pengetahuan yang kita dapatkan, kita bisa melangkah lebih cepat dalam pembangunan bangsa Indonesia. Semoga dengan artikel ini, kita bisa menambah wawasan tentang alasan mengapa kita lebih memilih untuk merdeka dibandingkan di bawah kolonialisme dan imperialisme bangsa asing, serta kita bisa lebih mantap untuk membangun Indonesia yang lebih baik nantinya.